Khotbah Lengkap Paus Fransiskus Saat Pimpin Misa Akbar di Stadion GBK

https://heylink.me/98toto._

https://98toto0809dah.com

https://98toto1205.com

Jakarta – Pada Kamis (6/9/2024), Paus Fransiskus memimpin misa akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus memberikan pesan mendalam tentang perdamaian, kasih, dan taat kepada ajaran Tuhan. Berikut adalah khotbah lengkap yang disampaikan oleh Paus Fransiskus:


“Saudara dan saudari, janganlah kita lupa hal ini. Tugas pertama seorang murid bukanlah mengenakan jubah kerohanian yang sempurna secara luar atau melakukan hal-hal luar biasa atau mengerjakan usaha-usaha besar,” kata Paus Fransiskus. “Sebaliknya, langkah pertama terdiri dari tahu menempatkan diri di dalam mendengar satu-satunya sabda yang menyelamatkan, yaitu sabda Yesus.”

Paus Fransiskus menekankan bahwa menjadi umat Tuhan berarti mendengar dan menghidupi sabda-Nya. “Perjumpaan dengan Yesus mengundang kita untuk menghidupi dua sikap mendasar yang memampukan kita menjadi murid-murid-Nya: yaitu mendengarkan sabda dan menghidupi sabda.”

Dia menjelaskan bahwa “mendengar sabda” berarti membuka diri kepada-Nya dan menyambut anugerah persahabatan dengan-Nya. “Semua hal berasal dari mendengarkan, dari membuka diri kita kepada-Nya, dari menyambut anugerah berharga dari persahabatan dengan-Nya.”

Namun, “penting untuk menghidupi sabda yang telah kita terima, bukan sekadar menjadi pendengar yang sia-sia dan menipu diri kita sendiri,” ujar Paus Fransiskus. Sabda Tuhan harus menjadi kehidupan kita, mengubah cara pikir, cara merasa, dan bertindak.

Paus Fransiskus juga membahas bagaimana banyak orang mengerumuni Yesus untuk mendengarkan sabda Allah. “Mereka lapar dan haus akan sabda Tuhan dan mereka mendengarnya bergema dalam sabda Yesus.” Dia menekankan bahwa manusia selalu mencari kebenaran dan kebutuhan akan terang dari atas.

Paus Fransiskus menggambarkan pentingnya sabda Tuhan sebagai satu-satunya kompas bagi perjalanan kita. “Di tengah kekacauan dan kefanaan kata-kata manusia, ada kebutuhan akan sabda Allah, satu-satunya kompas bagi perjalanan kita.”

Selanjutnya, Paus Fransiskus mengajak umat untuk meniru sikap Petrus yang “mengambil risiko dengan bertaruh pada sabda Tuhan,” bahkan setelah mengalami kegagalan. “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu aku akan menebarkan jala juga.” Mukjizat terjadi ketika Petrus mengikuti perintah Yesus, mengajarkan kita tentang keberanian dan iman.

“Saudara dan saudari, dalam menghadapi berbagai tugas hidup sehari-hari, menghadapi panggilan yang kita semua rasakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, untuk melangkah maju di jalan perdamaian dan dialog, yang telah lama dipetakan di Indonesia,” kata Paus Fransiskus. “Kita kadang-kadang merasa tidak mampu, merasakan beratnya komitmen yang begitu besar yang tidak selalu membuahkan hasil yang diharapkan.”

Dia mengingatkan tentang ucapan Santa Teresa dari Kalkuta, “Ketika kita tidak memiliki apa pun untuk diberikan, hendaklah kita memberikan ketiadaan itu. Dan ingatlah, bahkan ketika kamu tidak menuai apa-apa, jangan pernah lelah menabur.”

Paus Fransiskus menyerukan agar kita tidak lelah berlayar dan menebarkan jala, serta terus membangun peradaban perdamaian dan persaudaraan. “Beranilah selalu untuk mengimpikan persaudaraan!”

Dia mengajak umat untuk menaburkan kasih dan memperlihatkan kebaikan budi serta hati dengan senyum khas yang membedakan kita, untuk menjadi pembangun persatuan dan perdamaian. “Dengan demikian, Anda akan menyebarkan aroma harapan di sekeliling Anda.”

Paus Fransiskus menutup khotbahnya dengan dorongan kepada seluruh umat Indonesia untuk berjalan bersama menuju kebaikan Gereja dan masyarakat, “Jadilah pembangun harapan, pengharapan Injil, yang tidak mengecewakan melainkan membuka kita menuju sukacita tanpa akhir.”


Khotbah Paus Fransiskus di Stadion GBK ini penuh dengan pesan-pesan kedamaian dan ajakan untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus, serta mengajak umat untuk terus berjuang demi kebaikan dan persatuan dalam masyarakat.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *